Sumber : http://nurindahyuliastuti.blogspot.com/2012/12/klasifikasi-jenis-dan-macam-data.html
Diunduh : 24
February 2015
Penulis : Nur Indah Yuli Astuti
Penyusun : Wahyu
Richo Rusdika
Judul : jenis data dan dari modul sumbernya
Klasifikasi, Jenis dan Macam Data - Pembagian Data Dalam
Ilmu Eksak Sains Statistik / Statistika
A. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer Data primer adalah secara
langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun
organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti
preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder Data sekunder adalah data
yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan
data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau
metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada
peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau
majalah.
B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal Data internal adalah data
yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal.
Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal Data eksternal adalah data
yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya
adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi
pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
C. Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah
data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli
saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan
lain-lain.
2. Data Kualitatif Data kualitatif adalah
data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya
seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para
ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit Data diskrit adalah data yang
nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber
ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Kontinyu Data kontinyu adalah data
yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu
ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih,
kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik
pupuk kurang lebih 850 ton.
E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section Data cross-section
adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan
per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain
sebagainya.
2. Data Time Series / Berkala Data berkala
adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode
secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar
dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut
jamaah nurdin m. Top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
4 Macam Tipe Data Statistik
Pengetahuan mengenai tipe2 data adalah penting di dalam
statistika. Terdapat 4 tipe data, diurutkan mulai dari tingkatan terendah
hingga tertinggi:
1.Nominal
Digunakan untuk mengklasifikasikan
informasi/data. Contoh:Data jenis kelamin = Laki-laki dan Perempuan. Biasanya,
saat analisis data, tipe data spt ini dilambangkan dg bilangan numerik
(angka).Laki-laki dilambangkan dengan angka 1, sedangkan perempuan dilambangkan
dengan angka 0. Tidak berarti angka 0 lebih rendah dari angka 1, ingat!! cuma
melambangkan saja.
2. Ordinal
Digunakan untuk mengklasifikasikan serta
memiliki tingkatan. Tipe data ordinal lebih tinggi dari Nominal karena
kemampuannya untuk membentuk tingkatan. Contoh:Jabatan di dalam perusahaan =
karyawan, manager, direktur utama. Misal, karyawan dilambangkan dengan 1,
manager dg 2, dan direktur utama dengan 3. Pada tipe data ini, angka 1 dianggap
lebih rendah dari angka 2, dst. Bisa saja karyawan dilambangkan dengan angka 1,
tetapi manager angka 3 dan direktur utama dengan angka 10. Tipe data ini tidak
mensaratkan jarak yang sama antar angka yang digunakan sebagai lambang. Yang
perlu diperhatikan hanyalah bahwa angka 3 lebih tinggi dari angka 1, angka 10
lebih tinggi dari angka 3.
3. Interval
Ciri khas dari tipe data ini, selain memiliki
kemampuan mengklasifikasikan dan membentuk tingkatan, adalah tidak adanya nilai
nol mutlak. Artinya, angka nol yg digunakan bukan berarti tidak ada. Contoh:
Derajat suhu. Di dalam skala Celcius misalnya, Nol derajat Celcius bukan
berarti tidak ada suhu. Nol derajat itu memiliki suhu, hanya saja dilambangkan
dengan nol. Selain itu, jarak antar setiap angka yg digunakan adalah sama.
Misal: di dalam kuesioner, ada tingkatan dari TIDAK SETUJU (lambang: 1) s.d. SANGAT
SETUJU (lambang: 5). Jarak antara SANGAT SETUJU (5) dg SETUJU (4) adalah 1,
yaitu 5-4=1. Jarak antara SETUJU (4) dg RAGU-RAGU (3) juga = 1, yaitu 4-3=1.
dst.
4. Rasio
Memiliki kemampuan dari ketiga tipe data
sebelumnya, dan angka nol dianggap mutlak. Contoh: data berat badan (kg). Angka
Nol kg berarti memang tidak ada berat. Tipe data nominal dan ordinal sering
digunakan pada metode statistika nonparametrik. Sedangkan tipe data interval
dan rasio cocok untuk digunakan pada metode statistika parametrik, asal asumsi
yang dibutuhkan oleh metode statistika parametrik yang bersangkutan dapat
dipenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar