Sumber : http://widyawitwijayanti.blogspot.com/2013/01/tujuan-dan-fungsi-penelitian-pendidikan.html
Diunduh : 24
February 2015
Penulis : Nur Widya Ichsani
Penyusun : Wahyu
Richo Rusdika
Judul : tujuan penelitian
TUJUAN DAN FUNGSI PENELITIAN PENDIDIKAN
A. Tujuan
Penelitian Pendidikan
1. Memperoleh informasi baru
Dalam mengumpulkan data, harus dilakukan secara
obyektif. Pencarian dan pengumpulan informasi atau data, peneliti dapat
menggunakan data skunder. Jika informasi
atau data dapat dikumpulkan oleh peneliti berdasarkan fakta-fakta, maka data
tersebut sebagai data baru bagi peneliti.
2. Mengembangkan dan menjelaskan
Mengembangkan perubahan dan kemajuan yang dicapai
oleh individu, kelompok ataupun organisasi dalam kurun waktu tertentu.
Selanjutnya peneliti berupaya mengkaji teori-teori yang didukung fakta-fakta
yang ada, sehingga peneliti akan sampai pada pemberian pernyataan sementara
yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.
3. Menerangkan, memprediksi, dan mengontrol suatu ubahan
Variabel atau ubahan adalah simbol yang digunakan
untuk mentransfer gejala ke dalam data penelitian. Biasanya variabel muncul
pada tingkat intensitas yang berbeda sehingga variabel itu adalah variabel
lebel. Ada beberapa variabel yang biasa digunakan dalam suatu penelitian,
yaitu: variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (independent
variable) adalah variabel yang memberi pengaruh atau diuji pengaruhnya
terhadap variabel lain, disebut juga variabel perlakuan, variabel eksperimen
atau variabel intervensi. Variabel terikat (dependent variable) adalah
variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, disebut juga variabel hasil,
variabel pos tes atau variabel kriteria. Selain dua variabel di atas, dalam suatu
penelitian biasa dijumpai Variabel ekstranus (extraneous variabel) dan
variabel penyela (intervening variable). Variabel ekstranus adalah
variabel-variabel yang apabila tidak dikontrol akan berpengaruh terhadap
variabel terikat. Sedangkan variabel penyela adalah variabel yang kemungkinan
besar berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
tetapi sulit untuk dikontrol.
B.
Fungsi Penelitian Pendidikan
1. Fungsi penelitian berdasarkan jenis penelitian.
a. Penelitian Dasar (Basic Research)/
Penelitian Murni/Penelitian Pokok
Tujuan penelitian dasar adalah:
(1). Menambah pengetahuan prinsip-prinsip dasar dan
hukum-hukum ilmiah
(2). Meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah
(Nana Syaodih, 2005)
Dalam bidang pengetahuan
sosial, termasuk hasil penelitian bidang pendidikan, ada dua kemungkinan
terjadi, (1). dapat memperkuat, mengubah, atau menolak hasil temuan dari
paradigma lama. (2). Hasil penelitian yang baru menghasilkan suatu yang
memperkuat, membedakan, atau bertentangan dengan hasil penelitian yang lama.
Syaodih (2005) menjelaskan bahwa penelitian dasar diarahkan untuk mengetahui,
menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena alam dan sosial. Teori bisa
didukung atau tidak didukung oleh pengalaman. Teori yang didukung oleh kenyataan-kenyataan
empiris disebut hukum ilmiah (scientific law). Pengetahuan baru secara
tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran dan persepsi orang yang akibatnya
bisa mempengaruhi atau tidak mempengaruhi perbuatan orang tersebut.
b. Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan
dengan kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang
dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Implikasi dari
penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan yang bersifat umum. Penelitian
terapan bersifat abstrak dan umum dalam bidang tertentu, bukan pengetahuan yang
bersifat universal. Dampak dari penelitian terapan terasa setelah periode waktu
tertentu. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan
teori dan praktek baru serta mendorong pengembangan metodologi.
c. Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif (evaluation research) difokuskan
pada suatu kegiatan berbentuk program, proses, ataupun hasil kerja, sedangkan
unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga. Penelitian ini dapat
menilai manfaat atau kegunaan, sumbangan dan kelayakan dari sesuatu kegiatan
dalam satu unit. Ada dua macam penelitian evaluatif yaitu penelitian tindakan (action
research) dan penelitian kebijakan (policy research). Penelitian
tindakan dilakukan oleh para pelaksana untuk memecahkan masalah yang dihadapi
atau memperbaiki suatu pelaksanaan suatu kegiatan. Penelitian tindakan
menekankan baik pada proses maupun hasil dari perubahan-perubahan strategi dan
teknik yang digunakan.
Perbedaan antara Penelitian Dasar, Terapan dan
Evaluatif
|
Penelitian Dasar
|
Penelitian Terapan
|
Penelitian Evaluatif
|
|||
|
Bidang Penelitian
|
1. Penelitian bidang fisik, perilaku dan sosial
|
1. Bidang aplikasi: kedokteran, rekayasa, pendidikan
|
1.Pelaksanaan
berbagai program atau kegiatan berbagai tempat
|
||
|
Tujuan
|
1. Menguji teori, dalil, prinsip dasar
|
1. Menguji keguna-an teori dalam bidang tertentu
|
1.Menilai
Keberhasilan kegiatan secara
spesifik
|
||
|
2.Menentukan
hubungan empiris
antar fenomena dan
mengadakan generalisasi analitis
|
2.Menentukan
hubungan empiris
dan generalisasi analitis dalam
bidang tertentu
|
2. Menilai manfaat
kegiatan secara
spesifik
|
|||
|
Tingkat Generalisasi
|
1. Abstrak, umum
|
1. Umum tetapi dalam
bidang tertentu
|
1.Konkrit, spesifik
dalam aspek
tertentu.
|
||
|
2.Diterapkan dalam
praktik aspek
tertentu
|
|||||
|
Penggunaan Hasil
|
1.Menambah pengetahuan ilmiah dari prinsip-prinsip dasar
dan hukum tertentu.
|
1. Menambah pengetahuan
yang didasarkan
penelitian dalam bidang tertentu.
|
1. Menambah pengetahuan
Yang didasarkan penelitian secara
spesifik
|
||
|
2.Meningkatkan
metodologi dan
cara-cara pencarian
|
2. Meningkatkan
penelitian dan
metodologi dalam
bidang tertentu
|
2. Meningkatkan
penelitian dan
metodologi secara
spesifik
|
|||
|
3.Membantu dalam
pembuatan
keputusan bidang
tertentu
|
|||||
Sumber: Reseach in Education (McMillan dan
Schumacher, 2001:18
2. Fungsi penelitian berdasarkan tujuan
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) ditujukan
untuk mendeskripsikan suatu
keadaan atau fenomena.. Penelitian deskriptif, bisa
mendeskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan
dalam tahapan-tahapan perkembangannya, disebut penelitian perkembangan (developmental
studies). Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau
sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam
potongan waktu. Penelitian longitudinal menunjuk pada
penelitian-penelitian individu atau satuan lain, dimana pengukuran unit yang
sama diulang diberbagai waktu sepanjang jalannya penelitian. Sedangkan
penelitian cross sectional, misalnya kemampuan berbahasa pada masa atau
tahapan perkembangan seseorang berdasarkan usia kronologis: bayi, anak kecil,
anak sekolah, remaja dilakukan secara bersamaan.
b. Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (predictive research),
untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi pada saat yang akan
datang. Dengan melihat perkembangan selama jangka waktu tertentu, pada saat ini
atau saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya pada masa yang akan datang.
c. Penelitian Improftif
Penelitian improftif (improvetive research) ditujukan
untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan
atau pelaksanaan suatu program. Untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksana
program atau kegiatan digunakan penelitian tindakan atau action research,
sedang untuk memperbaiki, meningkatkan atau menghasilkan program yang standar
atau model digunakan penelitian dan pengembangan atau research and development.
d. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan
untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel.
Menjelaskan melalui teori yang didukung fakta-fakta yang menunjang yang ada,
sampai pada pemberian pernyataan sementara yang disebut sebagai hipotesis
penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar