Sumber : http://lyanasikumbang.blogspot.com/2013/03/pengertian-tujuan-dan-fungsi-penelitian.html
Diunduh : 24
February 2015
Penulis : Lyana Sikumbang
Penyusun : Wahyu
Richo Rusdika
Judul : fungsi
metodelogi dalam penelitian
Pengertian penelitian
Penelitian atau riset
berasal dari bahasa inggris research yang artinya adalah proses pengumpulan
informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah
penyelidikan atau kelompok penyelidikan.
Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Adapun pengertian penelitian menurut para ahli adalah :
1. Fellin, Tripodi & Meyer (1996) => Penelitian adalah suatu
cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan
pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi)
oleh peneliti lain.
2. Kerlinger (1986: 17-18) =>Penelitian adalah
investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu
proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.
3. Indriantoro & Supomo (1999: 16) => Penelitian merupakan
refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau
fenomena alam.
4. David H. Penny =>Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai
berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran
fakta-fakta.
5. J. Suprapto =>Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu
pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip
dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
6. Sutrisno Hadi =>Penelitian merupakan usaha untuk menemukan,
mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
7. Mohammad Ali =>Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu
melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan
dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh
pemecahannya.
8. Tuckman =>Penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban
ilmiah terhadap suatu masalah (a systematic attempt to provide answer to
question). Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah
tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa
teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan
melalui alat primernya yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri
bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.
9. Hilway (1956) =>Penelitian merupakan suatu metode studi melalui
penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga
diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.
10. Woody (1927) =>Penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan
kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking).
Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah,
merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan
sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan
untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis.
11. Parson (1946) =>Penelitian merupakan pencarian atas sesuatu (inquiry) secara
sistematis terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
12. Nazir (1988) =>Penelitian adalah percobaan yang hati-hati dan kritis
untuk menemukan sesuatu yang baru.
13. Sutrisno Hadi (1987:3) =>Penelitian adalah usaha
untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang
dilakukan dengan metode-metode ilmiah.
14. Emzir (2007:3) =>Penelitian adalah suatu
kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan
menerapkan metode ilmiah.
15. Hamidi (2007:6) =>Penelitian merupakan
aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik
untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan.
16. Parson (1946) =>Penelitian adalah pencarian terhadap seseuatu (inquiry)
secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dulakukan terhadap
masalah yang dapat dipecahkan.
17. John (1949) =>Penelitian adalah pencarian fakta menurut metode
objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil
atau hukum.
18. Dewey (1936) =>Penelitian adalah transpormasi yang terkendalikan atau
terarah dari suatu situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada
padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinal menjadi
keseluruhan yang terpadu.
19. Soerjano Soekanto =>Penelitian adalah
kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan
secara metodologis, sistematis, dan konsisten.
20. Arti Kata =>Penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan,
analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk
memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan
prinsip-prinsip umum.
21. Depdiknas RI =>Kerjasama ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
dalam rangka memperoleh informasi/temuan/produk baru melalui metodologi yang
berkaitan erat dengan satu atau beberapa disiplin ilmu
Penelitian pada
hakikatnya merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji
kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Para pakar
mengemukakan pendapat yang berbeda dalam merumuskan batasan penelitian atau
penyelidikan terhadap suatu masalah, baik sebagai usaha mencari kebenaran melalui
pendekatan ilmiah.
Secara umum, penelitian
diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan
secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan dan
analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif
dan kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau non
interaktif. Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalui
berbagai uji coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku.
Penelitiaan merupakan upaya untuk
mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. Dalam kaitannya
dengan upaya pengembangan pengetahuan, Welberg (1986) mengemukakan lima
langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu: (1)
mengidentifikasi masalah penelitian, (2) melakukan studi empiris, (3) melakukan
replikasi atau pengulangan, (4) menyatukan (sintesis) dan mereviu, dan (5)
menggunakan dan mengevaluasi (McMillan dan Schumacher, 2001: 6 ).
Penelitian dapat pula
diartikan sebagai cara dan proses penemuan melalui pengamatan atau penyelidikan
yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau persoalan sebagai suatu
masalah yang diteliti. Kerlinger (1986) mengemukakan, penelitian ialah proses
penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan
mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Hasil penemuan
tersebut, baik discovery atau invention. Hasil temuan sesuatu
yang memang sudah ada dengan dukungan fakta biasa disebut discovery. Sukardi
(2005) mengatakan, discovery diartikan sebagai hasil temuan memang
sebetulnya sudah ada. Ia mencontohkan, misalnya penemuan Benua Amerika. Lebih
lanjut ia menjelaskan bahwa invention dapat diartikan sebagai penemuan
hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta, misalnya hasil kloning
dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk
menemukan jenis yang baru.
Penelitian yang
menggunakan pendekatan kuantitatif memiliki dasar positivis dan banyak
diterapkan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, ekonomi, dan
pendidikan. Sukardi (2005) mengemukakan beberapa ciri penelitian yang memiliki
dasar positivis, antara lain sebagai berikut:
a.
Menekankan objektivitas secara universal dan tidak dipengaruhi oleh ruang
dan waktu.
b.
Menginterpretasi variabel yang ada melalui peraturan kuantitas atau angka.
c.
Memisahkan antara peneliti dengan objek yang hendak diteliti.
d.
Menekankan penggunaan metode statistik untuk mencari jawaban permasalahan
yang hendak diteliti.
Pengertian penelitian
yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah
proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informas (data) dalam
rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau
menjadi perhatian kita. Mirip dengan pengertian di atas, Dane (1990: 4)
menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk
mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta
dunia.
Pengertian yang benar
tentang penelitian sebagai berikut, menurut Leedy (1997: 5): Penelitian adalah
suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data)
jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau
pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.
Proses tersebut, yang
sering disebut sebagai metodologi penelitian, mempunyai delapan macam
karakteristik:
1) Penelitian dimulai
dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
2) Penelitian
memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
3) Penelitian mengikuti
rancangan prosedur yang spesifik.
4) Penelitian biasanya
membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.
5) Penelitian diarahkan
oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.
6) Penelitian menerima
asumsi kritis tertentu.
7) Penelitian
memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi
permasalahan yang mengawali penelitian.
8) Penelitian adalah,
secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya, helikal—seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.
2.
Macam Tujuan Penelitian
Tujuan terujung suatu
penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan
jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penelitian tersebut. Tujuan dapat beranak
cabang yang mendorong penelitian lebih lanjut. Tidak satu orangpun mampu
mengajukan semua pertanyaan, dan demikian pula tak seorangpun sanggup menemukan
semua jawaban bahkan hanya untuk satu pertanyaan saja. Maka, kita perlu membatasi
upaya kita dengan cara membatasi tujuan penelitian. Terdapat bermacam
tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:
a. Eksplorasi
Umumnya, peneliti
memilih tujuan eksplorasi karena tuga macam maksud, yaitu: (a) memuaskan
keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih memahami,
(b) menguji kelayakan
dalam melakukan
penelitian/studi yang lebih mendalam nantinya, dan
(c) mengembangkan
metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam hasil penelitian
eksplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap
tidak memuaskan. Kekurang-puasan terhadap hasil penelitian ini umumnya terkait
dengan masalah sampling (representativeness)—menurut Babbie 1989: 80.
Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti “pembukaan jalan”,
sehingga setelah “pintu terbuka lebar-lebar” maka diperlukan penelitian yang
lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari “ruang di balik pintu yang telah
terbuka” tadi.
b. Deskripsi
Penelitian deskriptif
berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya
dengan fenomena yang lain.
c. Prediksi
Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi
hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang
sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y). Prediksi sering
kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan
skor minimal tertentu—yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai
kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor
ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).
d. Eksplanasi
Penelitian eksplanasi
mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian
seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan
sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara
dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi
(menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya, “mengapa” suatu kota
tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tinggi dari kota-kota tipe
lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanyadijelaskan bahwa tingkat
kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi
tidak dijelaskan “mengapa” (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.
e. Aksi
Penelitian aksi
(tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan
persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini
umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar
hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa
meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap
memakai AC (tidak mematikannya). Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat
berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari
udara dalam. Ternyata dari beberapa alat bantu,ada satu yang paling dapat
diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.
3.
Fungsi Penelitian
Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan
jawababn terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan
yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan dan jawaban terhadap
permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana hanya dalam
penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik seperti biasanya ditemui
pada penelitian terapan (applied research).
1. Mendiskripsikan, memberikan, data atau informasi.
Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi,
maupun gejala-gejala yang terjadi disekitar kitaperlu mendapat perhatian dan
penanggulangan.gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada
pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang
perlu mendapat perhatian segera.
2. Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu
peristiwa atau fenomena.
Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian yang
menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas
menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan
suatu dengan hubungan yang lain.
3. Menyusun teori,
Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena akan
menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan
sampel.
4. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin
terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan,
5. informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan
yang akan terjadi untuk melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan
data untuk meramalkan beberapa kejadian atau situasi masa yag akan datang.
6. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.
Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala.
Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa
itu. Perlakuannya disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian
pada variabel lain yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.
4.
Sumber-sumber ilmu
pengetahuan
Beberapa sumber ilmu pengetahuan yang tersedia sebagai hasil penelitian
ilmiah terhadap masalah-masalah pendidikan.
Sumber sumber
pengetahuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima ), yaitu:
(1) Pengalaman,
(2) Otoritas,
(3) Cara berpikir deduktif,
(4) Cara berpikir induktif dan
(5) Pendekatan ilmiah.
Untuk lebih jelasnya
berikut ini, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.
Melalui pegalaman.
Sebagaimana biasa kita dengar orang mengatakan ”guru
yang paling baik adalah pengalaman”. Orang dapat belajar dari pengalamannya
karena mereka melakukan, mengalami dan menghadapi masalah hidup.
Sejumlah pengalaman tersebut dapat dikembangkan
manusia dalam berbagai aktivitas atau usaha untuk dimanfaatkan dalam
kehidupannya. Misalnya, seorang petani bekerja langsung sebagai petani dan
menjadi petani tanpa sekolah. Seorang anak pandai berdagang karena sejak kecil,
disamping sekolah sudah diajak untuk melayani bapaknya berjualan di pasar atau
di rumahnya.
Setelah belajar, mereka mempunyai keahlian khusus
dalam berjual beli dan bahkan mengembangkannya menjadi pedagang yang besar.
Cara orang belajar dari pengalaman sendiri sering tersebut trial and error atau
coba dan salah dan mencobanya lagi. Semakin orang tersebut gigih dan tidak
putus asa ketika terjadi salah atau jatuh, semakin besar kemungkinan orang
tersebut untuk lebih berhasil dalam hidupnya.
Cara lain seorang belajar melalui pengalaman untuk
menguasai suatu ilmu pengetahuan adalah menggunakan modal tradisi atau cara
tradisi yang berlaku di dalam masyarakat. Sebagai contoh, misalnya anggota atau
kelompok masyarakat menurut pandangan orang tua pada suku tertentu, suatu
“tradisi” turun temurun tidak boleh dilanggar. Artinya, perbuatan melanggar
tradisi perlu dicegah karena sudah menjadi tradisi lama bagi kehidupan suatu
kelompok masyarakat tertentu yang diyakini bahkan dianggap “tabu”. Melarang
anak-anaknya melakukan pekerjaan yang disebutnya sebagai bentuk pengajaran
kepada generasi yang lebih muda.
b.
Melalui metode otoritas.
Metode ini digunakan untuk menguasai ilmu
pengetahuan jika metode pengalaman tidak dapat digunakan secara efektif. Cara
lain dengan bertanya atau menggunakan pengalaman orang lain. Seorang mahasiswa
tidak perlu pergi ke bulan untuk mengetahui tentang keadaan dan situasi bulan.
Mereka dapat bertanya pada dosennya atau orang yang mempunyai pengalaman dalam
bidangnya. Orang yang mempunyai otoritas ini dapat diinterpretasikan sebagai
orang yang berwenang dibidangnya, orang yang mempunyai kuasa, dan orang lain
yang berhubungan erat dengan permasalahan dan buku literatur dan termasuk pula
hasil penelitian para pendahulunya. Menguasai ilmu pengetahuan, melalui cara
otoritas lebih efektif dan dapat dilaksanakan, jika di sekitar orang tersebut
ada lembaga atau orang yang termasuk dalam kriteria berwenang.
c.
Melalui metode deduktif.
Dalam mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan,
alasan logika, merupakan cara yang paling lama digunakan oleh para ilmuan sejak
zaman Yunani dan Mesir kuno. Dengan menggunakan alasan logika yang sudah
mendekati ilmiah mereka dapat mengembangkan ilmu pengetahuan sedemikian maju
dan dapat digunakan sebagai kajian pustaka sampai sekarang. Mereka melakukan
alasan logis untuk membangun suatu dalil, preposisi, hukum, dan teori baru.
Deduktif pada prinsipnya ialah cara berpikir untuk
mencari atau menguasai ilmu pengetahuan yang berawal dari alasan umum menuju
kearah yang lebih spesifik. Logika deduktif merupakan sistem berpikir untuk
mengorganisasikan fakta dan mencapai suatu kesimpulan dengan menggunakan
argumentasi logika. Contoh: setiap binatang menyusui mempunyai kaki. Semua
kucing mempunyai kaki. Oleh karena itu sebagai kesimpulannya, kucing adalah
binatang menyusui.
d.
Melalui metode induktif.
Cara ini merupakan proses berpikir yang diawali dari
fakta pendukung yang spesifik, menuju pada arah yang lebih umum guna mencapai
suatu kesimpulan. Contohnya ialah: Ayam hitam yang kita amati mempunyai hati.
Ayam putih yang diamati juga mempunyai hati. Kesimpulannya ialah setiap ayam
mempunyai hati.
Didalam logika induktif
seorang peneliti berangkat dari pengamatan dan mungkin secara eksperimentasi
untuk melihat hati ayam. Dari bervariasi warna ayam dan semuanya mempunyai
hati. Kesimpulannya adalah bentuk terakhir yang berupa generalisasi dan
pengamatan banyak ayam tersebut.
e.
Menggunakan pendekatan ilmiah.
Merupakan metode untuk
menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang paling tinggi nilai validitas
dan ketepatannya, jika dibandingkan dengan beberapa macam pendekatan yang telah
didiskusikan di atas. Sangat dianjurkan bagi para peneliti maupun professional
untuk selalu menggunakan pendekatan tersebut dalam setiap waktu maupun
kesempatan. Metode ilmiah pada prinsipnya adalah metode gabungan secara
integral antara dua logika deduktif dan induktif yang kemudian menghasilkan
langkah penting sebagai strategi ilmiah.
5.
Metode ilmiah dan Non Ilmiah
1) Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah suatu pengejaran (persuit)
dari ideal ilmu itu. Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap
kebenaran yang diatur oleh pertimbangan- pertimbangan logis. Idealnya sebuah
ilmu adalah untuk memperoleh interalasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka
metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta- fakta dengan
menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian
ilmiah dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali. Dengan
adanya metode ilmiah, pernyataan- pernyataan dalam mencari dalil umum akan
mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah
benar,dan sebagainya.
Menurut Almack (1939),1)(Sumber:
J.C Almack, Resarch and Thesis Writing, hongton Mifflin Co., Boston, 1930.)
metode ilmiah adalah caa menerapkan prinsip- prinsip logis terhadap penemuan,
pengesahan, dan penjelasan kebenaran. Sedangakan ostle (1975), (Sumber:
B. Ostle, Statistics in Research, 3rd ed. The iowa State Univ.
Press, Iowa, 1975.) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengajaran terhadap
sesuatu untuk memperoleh suatu interelasi.
Metode ilmiah dalam meneliti mempunyai
kriteria serta langkah langkah tertentu dalam bekerja, seperti tertera dalam
skema 3.1 di bawah ini.
Skema 3.1 Kriteria
dan Langkah-langkah Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Supaya suatu metode
yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut
harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
a. Berdasarkan fakta
Keterangan-keterangan
yag ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang
dianalisa haruslah berdasarkanfakta-fakta yang nyata.
b. Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus
mempunyai sifat bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan
subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang
lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
c. Menggunakan prinsip
analisa
Semua masalah haruslah
dicari sebab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis.
d. Menggunakan Hipotesa
Hipotesa harus ada
untuk mengumpulkan persoalan serta memadu jalan fikiran ke arah tujuan yang
ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan
tepat.
e. Menggunakan ukuran
objektif
Kerja penelitian dan
analisa harus dinyatakan denganukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan
merasa-rasa atau hati nurani.
Pertimbanga
pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang
waras.
f. Menggunakan teknik
kuantitatif
Ukuran data yang lazim
digunakan untuk ukuran kuantitatif adalah ton, mm per detik, ohm, kilogram dll.
2) Metode Non Ilmiah
Dalam metode ilmiah ini
ada beberapa bentuk yang dapat digunakan, yaitu :
a. Akal sehat (common
sense)
Akal sehat merupakan
salah satu cara menerima dan memferifikasi pengetahuan pada umumnya. Menurut
conant seperti dikutip oleh Kerlinger (1973,3) menyatakan bahwa akal sehat
merupakan: serangkaian konsep dan bagan konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi
kemanusiaan.
b. Pendapat otoritas (authory)
Ada empat kriteria yang
dapat digunakan untuk menentukan seseorang mempunyai otoritas ilmiah, yaitu:
Pertama: induvidu itu dikenal
sebagai anggota dari provesi tertentu dalam kewenangan yang dipersoalkan.
Kedua: individu yang dimaksud
dapat diidentifikasi dengan jelas
Ketiga: yang menilai otoritas
itu adalah kehidupan dalam masyarakat atau selama kehidupan
Keempat: otoritas itu tidak
bias artinya dalam keadaan yang bagaimanapun, rasional atau pemikiran yang
diberikan sesuai denganyang sebenarnya.
c. Intuisi (intuitition)
Cara ini biasa
digunakan dan dilakukan seseorang dalam memecahkan suatu kesulitan.
d. Penemuan kebetulan dan
coba-coba ( trials dan errors)
Dalam pelaksanaannya,
seseorang yang menggunakan cara ini tidak menggunakan langkah-langkah tertentu
yang harus ditempuh secara teratur
Daftar pustaka
Yusuf,muri. 2007.
Metodologi Penelitian. Padang: UNP press
Nazir,M.(2005). Metode
Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia
Furchan arif. 2005. Pengantar
penelitian dalam pendidikan. Jakarta: Pustaka pelajar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar