Kamis, 26 Februari 2015

Data yang diteliti dari tipe-tipenya (1)



Sumber            :           http://baru-lho.blogspot.com/2014/11/jenis-jenis-penelitian.html
Diunduh          :           24 February 2015
Penulis             :           Herdis Supriyadi
Penyusun         :           Wahyu Richo Rusdika
Judul               :            Data yang diteliti dari tipe-tipenya


Jenis-jenis penelitian


Menurut Harbani Pasolong (2012:69), secara umum jenis-jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: tempat, data, tujuan, tingkat eksplanasi, pendekatan dan tipenya, sebagai berikut:
A.    Penelitian berdasarkan tempatnya
Jenis penelitian berdasarkan tempatnya dapat digolongkan ke dalam 3 jenis, yaitu sebagai berikut:
1.      Penelitian Perpustakaan, yaitu penyelidikan yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang terdapat di ruangan perpustakaan, seperti buku, majalah, dokumen, catatan, kisah-kisah sejarah dan lain-lainnya.
2.      Penelitian Lapangan, yaitu penyelidikan yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya. Misalnya penelitian tentang kehidupan para pengemudi pete-pete, kenakalan remaja dan lain-lain. Penelitian ini pada dasarnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realistik tentang apa yang sebenarnya terjadi di tengah-tengah masyarakat.
3.      Penelitian Laboratorium, yaitu penyelidikan yang dilakukan dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah. Tujuan dari penelitian laboratorium untuk ilmu pengetahuan sosial ialah untuk mengumpulkan data dengan mengadakan analisa, test sehingga bisa meramalkan kecenderungan gerak dari suatu gejala sosial dalam masyarakat tertentu Sugiyono (1992).
B.     Penelitian berdasarkan jenis datanya
Jenis penelitian berdasarkan data yang digunakan dapat dibagi menjadi:
1.      Data kualitatif yaitu nilai dari perubahan-perubahan yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka (statistik). Jadi data  kualitatif adalah data yang berupa kata dan atau kalimat, gambar, skema yang belum diangkakan. Penelitian yang menggunakan data yang bukan dalam skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih, yaitu skala nominal, ordinal ataupun interval yang kesemuanya dapat dikategorikan, sehingga jelas apa yang akan disamakan dan dibedakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dalam penelitian.
2.      Data kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kuat. Jadi data kuantitatif adalah nilai dari perubahan yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka (statistik). Informasi kuantitatif dalam bidang administrasi publik dapat digunakan misalnya untuk: 1) Perilaku birokrasi dalam pelayanan publik, 2) Gaya Kepemimpinan Birokrasi.
3.      Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh pengumpul data (peneliti) dari objek penelitiannya. Jadi data primer yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi yang menerbitkan atau menggunakannya. Data primer merupakan data sensus karena dikumpulkan, diolah, serta diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik.
4.      Data sekunder adalah semua data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian. Jadi data sekunder adalah data yang dikumpulkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengelolanya. Data yang diperoleh dari peneliti lain atau dan catatan di Instansi, atau dari mana saja sudah diolah, merupakan data sekunder.
C.    Penelitian berdasarkan jenis tujuannya
Jika jenis penelitian berdasarkan tujuannya dapat dilihat dari dua bentuk, maka jenis penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Penelitian Dasar (Penelitian Murni). Yaitu jenis penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu generalisasi atau keumuman dan berusaha menemukan dalil-dalil atau teori-teori yang berlaku secara umum. Penemuan ini umumnya berguna untuk pengembangan teori-teori dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ilmiah (pure research) atau (basic research) pada umumnya tidak mempunyai manfaat secara langsung untuk masalah-masalah sosial pada saat dilakukan penelitian. Akan tetapi pada waktu yang akan datang boleh jadi hasil penelitian murni mempunyai manfaat secara langsung bagi proses hidup dan kehidupan manusia.
2.      Penelitian Terapan. Yaitu penyelidikan yang bertujuan untuk memperoleh penemuan-penemuan yang berkenaan dengan aplikasi/penerapan teori-teori tertentu. Jadi bersifat praktis, diperlukan dalam rangka perbaikan atau penyempurnaan suatu produk atau proses tertentu, dengan menguji suatu teoritis tertentu di dalam menghadapi masalah nyata pada situasi tertentu. Misalnya penelitian tentang pengunaan suatu metode mengajar tertentu, jika hasilnya baik maka dapat digunakan untuk mengembangkan proses nelajar-mengajar selanjutnya. Jadi penelitian terapan adalah penelitian yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang membutuhkan pemecahan dan jalan keluar. Di dalam praktik biasanya sulit membedakan secara tuntas kedua jenis penelitian. Dengan perkataan lain keduanya dapat saling tumpang tindih (not mutuality exclusive) dengan pengertian bahwa suatu studi yang bersifat murni dapat pula mempunyai sifat aplikasi atau praktik atau sebaliknya Sugiyono (1992).
D.    Penelitian berdasarkan tingkat ekplanasinya
Pada dasarnya jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya adalah jenis penelitian berdasarkan tingkat penjelasannya, yaitu bagaimana variabel-variabel yang diteliti itu dapat menjelaskan objek yang dilteliti melalui data yang terkumpul dengan mengelompokkan menjadi sebagai berikut:
1.      Penelitian Deskriptif, yaitu penyelidikan yang dilakukan terhadap variabel mandiri atau satu variabel, yaitu tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lainnya. Misalnya: 1) “Seberapa besar Kinerja SDM aparatur pada birokrasi X”; 2) Seberapa baik pelayanan birokrasi terhadap publik; dan 3) Gaya Kepemimpinan Birokrasi publik.
2.      Penelitian Asosiatif, yaitu penyelidikan yang terdapat dua variabel atau lebih yang dihubungkan. Jadi penelitian asosiatif ini pada dasarnya merupakan penelitian yang mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Jenis hubungan variabel tersebut dapat dibagi menjadi tiga bentuk yaitu: simetris, asimetris, dan timbal balik. Misalnya: 1) Apaka ada hubungan kemampuan kerja SDM aparatur terhadap kinerja; 2) Apakah ada hubungan Motivasi kerja terhadap kinerja; dan 3) Apakah ada hubungab tingkat kematangan SDM aparatur terhadap kinerja.
3.      Penelitian Komparatif, yaitu penyelidikan yang bersifat membandingkan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini, variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu. Misalnya: 1) Perbedaan Kinerja kerja antara pegawai laki-laki dengan perempuan”; 2) Apakah ada perbedaan Perilaku Gaya kepemimpinan Birokrasi Publik dengan gaya Manajerial Perusahaan Swasta; 3) Apakah ada Gaya kepemimpinan laki-laki dan perempuan Sugiyono (1992).
E.     Penelitian berdasarkan pendekatan
Jenis penelitian menurut pendekatan yang digunakan, dapat dikelompokan menjadi sebagai berikut:
1.      Penelitian Survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan atau terhadap populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antara variabel, sosiologis, maupun psikologis.
Sedangkan menurut David Kline (1980) Penelitian Survey adalah penyelidikan yang pada umumnya mengambil suatu generalisasi dari pengamatan. Selanjutnya Singarimbun (1989:3), mengatakan bahwa penelitian survey adalah “penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok”.
Dari definisi tersebut, maka Penulis dapat juga memberikan rujukan bahwa penelitian Survey adalah penyelidikan yang menggunakan sampel representatif untuk mendeskripsikan populasi.
Walaupun metode survey ini tidak melakukan kelompok kontrol seperti halnya pada metode eksperimen, namun generalisasi yang dihasilkan bisa akurat bila digunakan sampel yang representatif.
2.      Penelitian Eksperimen, yaitu penelitian yang dapat dilakukan di laboratorium, di kelas, di lapangan. Pelaksanaannya lebih mudah dilakukan di laboratorium dari pada di lapangan karena alat-alat yang khusus dan lengkap dapat tersedia di laboratorium dan pengaruh luar dapat dengan mudah dicegah selama eksperimen berlangsung.
3.      Penelitian Ex Post Pacto, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang sudah terjadi dan kemudian menurut ke belakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti. Penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian eksperimen, hanya saja dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variabel independen.
4.      Penelitian Policy, yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan dengan suatu analisis terhadap masalah-masalah sosialyang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian policy ini sangat relevan bagi perencana dan perencanaan dalam pembuatan keputusan.
5.      Penelitian Historis, yaitu penelitian tentang kejadian yang telah berlangsung di masa lalu. Jadi peneliti tidak mungkin lagi secara langsung mengamati kejadian yang akan diteliti. Walaupun demikian sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian tersebut. Tujuan penelitian ini menurut Isaac (1981) adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan objektif, melalui pengumpulan data, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data yang diperoleh, sehingga dapat ditetepkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan yang bersifat Hipotesis.
6.      Action Research (Penelitian Tindakan) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan pendekatan dan program baru guna memecahkan masalah yang muncul pada situasi yang aktual. Penelitian ini memfokuskan pada masalah yang lokal (local problem) yang terjadi pada kondisi lokal (local setting), sehingga hasilnya tidak perlu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan David Kline (1980). Penelitian tindakan ini adalah suatu proses yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk mengkaji prosedur tertentu yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan dan kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam melaksanakan penelitian tersebut. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengubah: Situasi, perilaku, organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan pranata.
7.      Penelitian Naturalistic, Metode penelitian ini sering disebut metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara induktif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
8.      Studi Kasus, yaitu penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Objek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan unit yang dipandang sebagai kasus. Penelitian studi kasus sangat mendalam mencakup segala aspek yang ada pada kasus tersebut, kesimpulannya berlaku terbatas pada kasus yang menjadi obyek penelitian. Proses penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:
a.       Penentuan suatu kasus
b.      Penentuan tujuan suatu penelitian yang biasanya ada dua yaitu:
1)      Untuk menetapkan gambaran data yang tepat.
2)      Untuk mengadakan perbadingan antara beberapa kasus.
c.       Penentuan jumlah kasus yang ditentukan oleh tersedianya dana dan macamnya kasus yang ada.
F.     Penelitian berdasarkan tipenya
Pada umumnya penelitian dapat digolongkan ke dalam tiga tipe penelitian yaitu:
1.      Penelitian Eksploratif (Penjajakan), yaitu suatu penelitian yang bersifat terbuka, masih mencari-cari dan belum mempunyai hipotesa, pengetahuan penelitian tentang gejala yang ingin diteliti masih kurang, sehingga penelitian penjajakan sering dilakukan sebagai langkah pertama untuk penelitian penjelasan maupun penelitian deskriptif. Melalui eksploratif tersebut masalah penelitian dapat dirumuskan dengan lebih jelas dan lebih terperinci.
2.      Penelitian Explanatory (Penjelasan), yaitu penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesa yang telah dirumuskan, oleh karena itu dinamakan penelitian pengujian hipotesa yang telah dirumuskan atau testing research.

3.      Penelitian Dskriptif (Penggambaran), yaitu suatu penelitian yang mendeskripsikan apa yang terjadi pada saat melakukan penelitian. Didalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencata, menganalisa dan menginterprestasikan kondisi-kondisi yang sekarangini terjadi atau ada. Jadi penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan saat ini, dan melihat kaitan antara variabel-variabel yang ada. Penelitian ini tidak menguji hipotesa, melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya secara objektif. Oleh karena itu, penelitian deskriptif pada umumnya menggunakan kata tanya “bagaimana” dalam merumuskan kalimat pertanyaan penelitiannya Sugiyono (1992).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar