Sumber : http://baru-lho.blogspot.com/2014/11/jenis-jenis-penelitian.html
Diunduh : 24
February 2015
Penulis : Herdis Supriyadi
Penyusun : Wahyu
Richo Rusdika
Judul : Data
yang diteliti dari tipe-tipenya
Jenis-jenis
penelitian
Menurut Harbani Pasolong (2012:69), secara umum
jenis-jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: tempat, data, tujuan,
tingkat eksplanasi, pendekatan dan tipenya, sebagai berikut:
A. Penelitian berdasarkan tempatnya
Jenis penelitian berdasarkan tempatnya dapat
digolongkan ke dalam 3 jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian Perpustakaan, yaitu penyelidikan yang bertujuan
untuk mengumpulkan data dan informasi yang terdapat di ruangan perpustakaan,
seperti buku, majalah, dokumen, catatan, kisah-kisah sejarah dan lain-lainnya.
2. Penelitian Lapangan, yaitu penyelidikan yang dilakukan
dalam kehidupan yang sebenarnya. Misalnya penelitian tentang kehidupan para
pengemudi pete-pete, kenakalan remaja dan lain-lain. Penelitian ini pada
dasarnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realistik tentang
apa yang sebenarnya terjadi di tengah-tengah masyarakat.
3. Penelitian Laboratorium, yaitu penyelidikan yang dilakukan
dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah.
Tujuan dari penelitian laboratorium untuk ilmu pengetahuan sosial ialah untuk
mengumpulkan data dengan mengadakan analisa, test sehingga bisa meramalkan
kecenderungan gerak dari suatu gejala sosial dalam masyarakat tertentu
Sugiyono (1992).
B. Penelitian berdasarkan jenis datanya
Jenis penelitian berdasarkan data yang digunakan dapat
dibagi menjadi:
1. Data kualitatif yaitu nilai dari perubahan-perubahan
yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka (statistik). Jadi data
kualitatif adalah data yang berupa kata dan atau kalimat, gambar, skema yang
belum diangkakan. Penelitian yang menggunakan data yang bukan dalam skala
rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih, yaitu skala nominal, ordinal
ataupun interval yang kesemuanya dapat dikategorikan, sehingga jelas apa yang
akan disamakan dan dibedakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan
dalam penelitian.
2. Data kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan
data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kuat.
Jadi data kuantitatif adalah nilai dari perubahan yang dapat dinyatakan dalam
bentuk angka-angka (statistik). Informasi kuantitatif dalam bidang administrasi
publik dapat digunakan misalnya untuk: 1) Perilaku birokrasi dalam pelayanan
publik, 2) Gaya Kepemimpinan Birokrasi.
3. Data primer adalah data yang diperoleh langsung
oleh pengumpul data (peneliti) dari objek penelitiannya. Jadi data primer yaitu
data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi yang menerbitkan atau
menggunakannya. Data primer merupakan data sensus karena dikumpulkan, diolah,
serta diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik.
4. Data sekunder adalah semua data yang diperoleh
secara tidak langsung dari objek penelitian. Jadi data sekunder adalah data
yang dikumpulkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengelolanya. Data
yang diperoleh dari peneliti lain atau dan catatan di Instansi, atau dari mana
saja sudah diolah, merupakan data sekunder.
C. Penelitian berdasarkan jenis tujuannya
Jika jenis penelitian berdasarkan tujuannya dapat
dilihat dari dua bentuk, maka jenis penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penelitian Dasar (Penelitian Murni). Yaitu jenis
penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu generalisasi atau keumuman dan
berusaha menemukan dalil-dalil atau teori-teori yang berlaku secara umum.
Penemuan ini umumnya berguna untuk pengembangan teori-teori dan pengembangan
ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ilmiah (pure research) atau (basic
research) pada umumnya tidak mempunyai manfaat secara langsung untuk masalah-masalah
sosial pada saat dilakukan penelitian. Akan tetapi pada waktu yang akan datang
boleh jadi hasil penelitian murni mempunyai manfaat secara langsung bagi proses
hidup dan kehidupan manusia.
2. Penelitian Terapan. Yaitu penyelidikan yang bertujuan
untuk memperoleh penemuan-penemuan yang berkenaan dengan aplikasi/penerapan
teori-teori tertentu. Jadi bersifat praktis, diperlukan dalam rangka perbaikan
atau penyempurnaan suatu produk atau proses tertentu, dengan menguji suatu
teoritis tertentu di dalam menghadapi masalah nyata pada situasi tertentu.
Misalnya penelitian tentang pengunaan suatu metode mengajar tertentu, jika
hasilnya baik maka dapat digunakan untuk mengembangkan proses nelajar-mengajar
selanjutnya. Jadi penelitian terapan adalah penelitian yang berkaitan dengan
permasalahan-permasalahan yang membutuhkan pemecahan dan jalan keluar. Di dalam
praktik biasanya sulit membedakan secara tuntas kedua jenis penelitian. Dengan
perkataan lain keduanya dapat saling tumpang tindih (not mutuality
exclusive) dengan pengertian bahwa suatu studi yang bersifat murni dapat
pula mempunyai sifat aplikasi atau praktik atau sebaliknya Sugiyono (1992).
D. Penelitian berdasarkan tingkat ekplanasinya
Pada dasarnya jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya
adalah jenis penelitian berdasarkan tingkat penjelasannya, yaitu bagaimana
variabel-variabel yang diteliti itu dapat menjelaskan objek yang dilteliti
melalui data yang terkumpul dengan mengelompokkan menjadi sebagai berikut:
1. Penelitian Deskriptif, yaitu penyelidikan yang dilakukan
terhadap variabel mandiri atau satu variabel, yaitu tanpa membuat perbandingan,
atau menghubungkan dengan variabel lainnya. Misalnya: 1) “Seberapa besar
Kinerja SDM aparatur pada birokrasi X”; 2) Seberapa baik pelayanan birokrasi
terhadap publik; dan 3) Gaya Kepemimpinan Birokrasi publik.
2. Penelitian Asosiatif, yaitu penyelidikan yang terdapat dua
variabel atau lebih yang dihubungkan. Jadi penelitian asosiatif ini pada
dasarnya merupakan penelitian yang mencari hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya. Jenis hubungan variabel tersebut dapat dibagi menjadi tiga
bentuk yaitu: simetris, asimetris, dan timbal balik. Misalnya: 1) Apaka ada
hubungan kemampuan kerja SDM aparatur terhadap kinerja; 2) Apakah ada hubungan
Motivasi kerja terhadap kinerja; dan 3) Apakah ada hubungab tingkat kematangan
SDM aparatur terhadap kinerja.
3. Penelitian Komparatif, yaitu penyelidikan yang bersifat
membandingkan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Penelitian
ini, variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu.
Misalnya: 1) Perbedaan Kinerja kerja antara pegawai laki-laki dengan
perempuan”; 2) Apakah ada perbedaan Perilaku Gaya kepemimpinan Birokrasi Publik
dengan gaya Manajerial Perusahaan Swasta; 3) Apakah ada Gaya kepemimpinan
laki-laki dan perempuan Sugiyono (1992).
E. Penelitian berdasarkan pendekatan
Jenis penelitian menurut pendekatan yang digunakan,
dapat dikelompokan menjadi sebagai berikut:
1. Penelitian Survey, yaitu penelitian yang dilakukan
dengan atau terhadap populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari
adalah data dari sampel yang diambil dari populasi, sehingga ditemukan
kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antara variabel,
sosiologis, maupun psikologis.
Sedangkan menurut David Kline
(1980) Penelitian Survey adalah penyelidikan yang pada umumnya mengambil
suatu generalisasi dari pengamatan. Selanjutnya Singarimbun (1989:3),
mengatakan bahwa penelitian survey adalah “penelitian yang mengambil sampel
dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data
yang pokok”.
Dari definisi tersebut, maka Penulis
dapat juga memberikan rujukan bahwa penelitian Survey adalah penyelidikan yang
menggunakan sampel representatif untuk mendeskripsikan populasi.
Walaupun metode survey ini tidak
melakukan kelompok kontrol seperti halnya pada metode eksperimen, namun
generalisasi yang dihasilkan bisa akurat bila digunakan sampel yang
representatif.
2. Penelitian Eksperimen, yaitu penelitian yang dapat
dilakukan di laboratorium, di kelas, di lapangan. Pelaksanaannya lebih mudah
dilakukan di laboratorium dari pada di lapangan karena alat-alat yang khusus
dan lengkap dapat tersedia di laboratorium dan pengaruh luar dapat dengan mudah
dicegah selama eksperimen berlangsung.
3. Penelitian Ex Post Pacto, yaitu suatu penelitian yang
dilakukan untuk meneliti peristiwa yang sudah terjadi dan kemudian menurut ke
belakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului
atau sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti. Penelitian ini
menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian eksperimen, hanya saja
dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variabel
independen.
4. Penelitian Policy, yaitu suatu proses penelitian yang
dilakukan dengan suatu analisis terhadap masalah-masalah sosialyang mendasar,
sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian policy ini
sangat relevan bagi perencana dan perencanaan dalam pembuatan keputusan.
5. Penelitian Historis, yaitu penelitian tentang kejadian
yang telah berlangsung di masa lalu. Jadi peneliti tidak mungkin lagi secara
langsung mengamati kejadian yang akan diteliti. Walaupun demikian sumber
datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu,
atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian tersebut. Tujuan
penelitian ini menurut Isaac (1981) adalah untuk merekonstruksi
kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan objektif, melalui
pengumpulan data, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data yang diperoleh,
sehingga dapat ditetepkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan yang
bersifat Hipotesis.
6. Action Research (Penelitian Tindakan) yaitu penelitian yang bertujuan
untuk mengembangkan pendekatan dan program baru guna memecahkan masalah yang
muncul pada situasi yang aktual. Penelitian ini memfokuskan pada masalah yang
lokal (local problem) yang terjadi pada kondisi lokal (local setting), sehingga
hasilnya tidak perlu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan David Kline (1980).
Penelitian tindakan ini adalah suatu proses yang dilakukan oleh perorangan atau
kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk mengkaji
prosedur tertentu yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan dan kemudian,
setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam
melaksanakan penelitian tersebut. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah
mengubah: Situasi, perilaku, organisasi termasuk struktur mekanisme kerja,
iklim kerja dan pranata.
7. Penelitian Naturalistic, Metode penelitian ini sering
disebut metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti pada kondisi objektif alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen)
dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan
secara induktif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada
generalisasi.
8. Studi Kasus, yaitu penelitian yang memusatkan
perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Objek yang diteliti
terdiri dari suatu kesatuan unit yang dipandang sebagai kasus. Penelitian studi
kasus sangat mendalam mencakup segala aspek yang ada pada kasus tersebut,
kesimpulannya berlaku terbatas pada kasus yang menjadi obyek penelitian. Proses
penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:
a. Penentuan suatu kasus
b. Penentuan tujuan suatu penelitian
yang biasanya ada dua yaitu:
1) Untuk menetapkan gambaran data yang
tepat.
2) Untuk mengadakan perbadingan antara
beberapa kasus.
c. Penentuan jumlah kasus yang
ditentukan oleh tersedianya dana dan macamnya kasus yang ada.
F. Penelitian berdasarkan tipenya
Pada umumnya penelitian dapat digolongkan ke dalam
tiga tipe penelitian yaitu:
1. Penelitian Eksploratif (Penjajakan), yaitu suatu penelitian yang
bersifat terbuka, masih mencari-cari dan belum mempunyai hipotesa, pengetahuan
penelitian tentang gejala yang ingin diteliti masih kurang, sehingga penelitian
penjajakan sering dilakukan sebagai langkah pertama untuk penelitian penjelasan
maupun penelitian deskriptif. Melalui eksploratif tersebut masalah penelitian
dapat dirumuskan dengan lebih jelas dan lebih terperinci.
2. Penelitian Explanatory (Penjelasan), yaitu penelitian yang menyoroti
hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesa yang telah
dirumuskan, oleh karena itu dinamakan penelitian pengujian hipotesa yang telah
dirumuskan atau testing research.
3. Penelitian Dskriptif (Penggambaran), yaitu suatu penelitian yang
mendeskripsikan apa yang terjadi pada saat melakukan penelitian. Didalamnya
terdapat upaya mendeskripsikan, mencata, menganalisa dan menginterprestasikan
kondisi-kondisi yang sekarangini terjadi atau ada. Jadi penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan saat ini, dan
melihat kaitan antara variabel-variabel yang ada. Penelitian ini tidak menguji
hipotesa, melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya secara objektif.
Oleh karena itu, penelitian deskriptif pada umumnya menggunakan kata tanya
“bagaimana” dalam merumuskan kalimat pertanyaan penelitiannya Sugiyono
(1992).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar