Sumber : http://dunia-penelitian.blogspot.com/2011/10/pengertian-teknik-triangulasi.html
Diunduh : 24
February 2015
Penulis : Andi Prastowo, M.Pd.I
Penyusun : Wahyu
Richo Rusdika
Judul : tujuan penelitian
Dijelaskan oleh Deni Andriana bahwa
peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data.
Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara
terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:330)
Triangulasi dapat dilakukan dengan
menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu wawancara, observasi
dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data
juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi
juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data,
karena itu triangulasi bersifat reflektif.
Denzin (dalam Moloeng, 2004),
membedakan empat macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan penggunaan
sumber, metode, penyidik dan teori. Pada penelitian ini, dari keempat macam
triangulasi tersebut, peneliti hanya menggunakan teknik pemeriksaan dengan
memanfaatkan sumber.
Triangulasi dengan sumber artinya
membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang
diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif
(Patton,1987:331). Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah
sebagai berikut :
Membandingkan data hasil pengamatan
dengan data hasil wawancara
Membandingkan apa yang dikatakan
orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
Membandingkan apa yang dikatakan
orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang
waktu.
Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang
dengan berbagai pendapat dan pandangan masyarakat dari berbagai kelas.
Membandingkan hasil wawancara dengan
isi suatu dokumen yang berkaitan.
Sementara itu, dalam catatan Tedi
Cahyono dilengkapi bahwa dalam riset kualitatif
triangulasi merupakan proses yang harus dilalui oleh seorang peneliti disamping
proses lainnya, dimana proses ini menentukan aspek validitas informasi yang
diperoleh untuk kemudian disusun dalam suatu penelitian. teknik pemeriksaan
keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk
keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik
triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain.
Model triangulasi diajukan untuk menghilangkan dikotomi antara pendekatan kualitatif
dan kuantitatif sehingga benar-benar ditemukan teori yang tepat.
Murti B., 2006
menyatakan bahwa tujuan umum dilakukan triangulasi adalah untuk meningkatkan
kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari sebuah riset. Dengan
demikian triangulasi memiliki arti penting dalam menjembatani dikotomi riset
kualitatif dan kuantitatif, sedangkan menurut Yin R.K, 2003 menyatakan bahwa
pengumpulan data triangulasi (triangulation) melibatkan observasi, wawancara
dan dokumentasi. Apa yang dapat saya katakan disini bahwa implementasi riset
kesehatan saat ini banyak dikembangkan kemitraan riset kualitatif dan
kuantitatif (mix methods) atau dengan ungkapan saya“Bridging disparities
evidence based mixed methods approaches in healthcare organizations”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar